Seminar Nasional Biologi 2018


UNDUH DOKUMEN :

Template Seminar Nasional Biologi 2018 (PDF)

Template Seminar Nasional Biologi 2018 (Word)

Leaflet Seminar Nasional Biologi 2018 (PDF)

Leaflet Seminar Nasional Biologi 2018 (jpg)


PENDAFTARAN DIPERPANJANG

Batas akhir penerimaan abstrak diperpanjang hingga 27 Juli 2018

dan penerimaan full paper diperpanjang hingga 17 Agustus 2018.


LATAR BELAKANG

Indonesia merupakan negara dengan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi ditandai dengan berbagai jenis ekosistem dan plasma nutfah yang berada di dalam setiap jenisnya. Dengan demikian, Indonesia menjadi salah satu pusat keanekaragaman hayati dunia dan dikenal sebagai Negara mega-biodiversitas. Indonesia saat ini sudah mengalami gangguan penurunan keanekaragaman hayati yang diakibatkan oleh adanya alih fungsi lahan dan kerusakan habitat. Maraknya pembukaan lahan untuk perkebunan, industri dan pemukiman menyebabkan makin berkurangnya ruang hidup bagi flora dan fauna. Keanekaragaman yang tinggi sejatinya dapat menjadi modal dasar pembangunan nasional yang bersifat vital dan strategis sehingga harus dilindungi, dilestarikan dan dimanfaatkan secara optimal berdasarkan asas keberlanjutan.

Menurut Keong (2015), Indonesia merupakan negara mega biodiversity, dimana Indonesia dan Brasil adalah negara dengan keanekaragaman hayati terkaya di dunia. Sutarno (2015) dan Hilman & Ramadoni (2001), menjelaskan bahwa mega biodiversity Indonesia baru dimanfaatkan rata-rata di bawah 5%. Indonesia sebagai negara mega biodiversity tentunya memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan untuk mengatasi berbagai permasalahan di Indonesia. Pembangunan Indonesia seharusnya diarahkan melalui upaya pemanfaatan kekayaan mega biodiversity yang ada secara maksimal.

Permasalahan yang dihadapi Indonesia dalam mengelola keanekaragaman hayati mencakup aspek pemanfaatan, pelestarian, pengetahuan dan kebijakan (Jatna Supriatna, 2008). Dalam aspek pemanfaatan seringkali terdengar adanya benturan kepentingan antara kepentingan sektor kehutanan, pertanian, transmigrasi, juga sarana umum pada suatu wilayah. Perbenturan kepentingan antar sektor di kawasan pelestarian pun kadang-kadang tidak dapat dihindari bila dalam kawasan pelestarian tersebut ditemukan bahan tambang seperti minyak, batubara dan lain-lainnya. Pemanenan jenis-jenis tumbuhan dan hewan dari populasi alaminya (hutan, sungai, danau, lautan, dan sebagainya) juga belum sepenuhnya didasarkan pada daya pemulihannya, dan ini terjadi baik pada legal maupun ilegal. Akibatnya, banyak populasi jenis tumbuhan dan hewan berguna yang mulai menyusut bahkan beberapa jenis diantaranya kini sudah mulai langka seperti kayu gaharu, kayu ramin, dan jalak Bali.

Penelitian dari berbagai disiplin ilmu tentang ekplorasi keanekaragaman hayati di Indonesia telah banyak dilakukan, namun masih bersifat sektoral. Kerjasama, sinergi dan pertukaran informasi antar instansi terkait, perguruan tinggi dan masyarakat sangat penting dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh tentang kondisi terakhir dari keanekaragaman hayati di Indonesia, upaya pemanfaatan dan pelestariannya. Berdasarkan hal tersebut, maka Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F-MIPA) Universitas Hasanuddin menyelenggarakan kegiatan Seminar Nasional Eksplorasi Potensi Keanekaragaman Hayati Berbasis Benua Maritim untuk Pelestarian Lingkungan . Kegiatan seminar nasional ini merupakan program kerja yang dilakukan setiap 2 tahun sekali oleh Departemen Biologi sebagai wujud Tridharma Perguruan Tinggi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melakukan penyebaran informasi tentang kondisi terkini dari keragaman hayati di Indonesia serta menjalin kerjasama antara civitas akademika, Jurusan Biologi, Stakeholder, dan Instansi terkait.

TEMA

Eksplorasi Potensi Keanekaragaman Hayati Berbasis Benua Maritim untuk Pelestarian Lingkungan

WAKTU DAN TEMPAT

Kegiatan ini akan dilaksanakan pada hari Kamis, 27 Agustus 2018  di Ballroom Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI), Universitas Hasanuddin, Kampus Tamalanrea, Makassar

ADDITIONAL TRIP

Pada seminar kali ini, pihak panitia juga menawarkan perjalanan wisata ke Bantimurung dan Rammang-Rammang yang terletak di sekitar Taman Nasional Bantimurung dan Bulusaraung. Perjalanan ini akan diselenggarakan setelah kegiatan seminar nasional.

PENUTUP

Proses pembangunan yang sedemikian cepat mengakibatkan menyusutnya habitat kehidupan dari berbagai jenis flora dan fauna. Olehnya itu, kita perlu untuk melakukan langkah-langkah antisipasi, diantaranya berkumpul sharing informasi agar dapat melakukan upaya konservasi bagi keanekaragaman hayati.