Seminar Nasional Biologi 2018

“Kita adalah negara yang kaya akan keanekaragaman hayati dan itulah kekayaan yang sesungguhnya” begitulah salah satu statement yang disampaikan Prof. Yatna Supriyatna, M.Sc. Ph.D., seorang guru besar Bidang Biologi Konservasi Universitas Indonesia yang menjadi salah satu pembicara di Seminar Nasional Biologi 2018 yang diselenggarakan di Aula Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin, Makassar. Pada seminar tersebut, Prof. Yatna membahas tentang permasalahan yang dihadapi Indonesia dalam mengelola keanekaragaman hayati mencakup aspek pemanfaatan, pelestarian, pengetahuan dan kebijakan (Jatna Supriatna, 2008). Dalam aspek pemanfaatan seringkali terdengar adanya benturan kepentingan antara kepentingan sektor kehutanan, pertanian, transmigrasi, juga sarana umum pada suatu wilayah. Perbenturan kepentingan antar sektor di kawasan pelestarian pun kadang-kadang tidak dapat dihindari bila dalam kawasan pelestarian tersebut ditemukan bahan tambang seperti minyak, batubara dan lain-lainnya. Pemanenan jenis-jenis tumbuhan dan hewan dari populasi alaminya (hutan, sungai, danau, lautan, dan sebagainya) juga belum sepenuhnya didasarkan pada daya pemulihannya, dan ini terjadi baik pada legal maupun ilegal. Akibatnya, banyak populasi jenis tumbuhan dan hewan berguna yang mulai menyusut bahkan beberapa jenis diantaranya kini sudah mulai langka seperti kayu gaharu, kayu ramin, dan jalak Bali. Selain menjadi pembicara utama, Prof. Yatna juga menyempatkan untuk membawakan kuliah umum di Universitas Hasanuddin.

Melengkapi pembicaraan Prof. Yatna, hadir juga Prof. Dr. agr. Mohammad Amin, M.Si., guru besar Bidang Pendidikan Biologi Universitas Negeri Malang. Pada seminar ini, beliau menyampaikan bagaimana potensi bioinformatika dalam perkembangan biologi di masa depan. Salah satu kemampuan yang ditawarkan adalah in-silico, bagaimana peneliti dapat melakukan pemodelan dalam penelitiannya sehingga dapat menghemat waktu, biaya, dan utamanya dapat mengurangi eksploitasi sumber daya alam sebagai subyek penelitian.

Sementara itu, hadir juga sebagai pembicara utama, guru besar bidang Mikrobiologi Laut Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Dirayah R. Husain, DEA. yang memaparkan bagaimana potensi mikrobiologi dalam upaya mengatasi pencemaran di laut.

Penelitian dari berbagai disiplin ilmu tentang ekplorasi keanekaragaman hayati di Indonesia telah banyak dilakukan, namun masih bersifat sektoral. Kerjasama, sinergi dan pertukaran informasi antar instansi terkait, perguruan tinggi dan masyarakat sangat penting dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh tentang kondisi terakhir dari keanekaragaman hayati di Indonesia, upaya pemanfaatan dan pelestariannya.

Ketiga pembicara utama tersebut menyampaikan dengan apik tiga pembahasan yang menarik seusai dengan tema Seminar Nasional 2018 Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F-MIPA) Universitas Hasanuddin yaitu Eksplorasi Potensi Keanekaragaman Hayati Berbasis Benua Maritim untuk Pelestarian Lingkungan . Kegiatan seminar nasional ini merupakan program kerja yang dilakukan setiap dua tahun sekali oleh Departemen Biologi sebagai wujud Tridharma Perguruan Tinggi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melakukan penyebaran informasi tentang kondisi terkini dari keragaman hayati di Indonesia serta menjalin kerjasama antara civitas akademika, Jurusan Biologi, Stakeholder, dan Instansi terkait.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *