Departemen Biologi Unhas Mengenalkan Metode Pembelajaran Bioedutainment kepada Guru-Guru SLTP di Kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung

“Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung yang seluas ± 43.750 Ha sangat luas dan kaya, hanya saja kita, bahkan orang-orang di Kabupaten Maros pun belum banyak mengenal taman nasional ini.” Itulah salah satu kegelisahan Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung dan Bulusaraung (TN Babul), Ir. Sahdin Zunaidi, M.Si., saat memaparkan potensi wisata karst TN Babul sebagai kawasan wisata pendidikan Biologi kepada para peserta program pengabdian dengan judul “Diseminasi metode pembelajaran Bioedutainment Biologi di kawasan wisata Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung pada guru-guru sekolah menengah pertama Kabupaten Maros” merupakan tindak lanjut dari implementasi Perjanjian Kerja Sama antara FMIPA UNHAS dan TN Babul No. PKS 13/T.46/TU/KU/10/2016 dan No. 4250/UN.4.11/PL.09/2016 yang memuat ruang lingkup kerjasama diseminasi program dalam rangka mengoptimalkan pengelolaan kawasan konservasi yang dikelola oleh TN Babul tersebut.

Metode pembelajaran bioedutainment dilakukan sebagai upaya mempromosikan peluang kawasan konservasi karst termasuk kawasan wisata yang dikelola Pemda Maros sebagai Kawasan Wisata Pendidikan Biologi (KWPB) bagi anak didik yang selama ini telah menjadi wisatawan lokal pada spot-spot wisata Kabupaten Maros.

Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 7 Oktober 2017 di Kantor BKSDA Maros  berupa kegiatan workshop dan pelatihan yang merupakan salah satu rangkaian  kegiatan pengabdian yang akan berlangsung selama dua hari. Rangkaian kegiatan ini berupa pelatihan identifikasi dan inventarisasi flora dan fauna Desa Pattiro yang telah ditetapkan sebagai zona tradisional bagi guru-guru Biologi SLTP Kab. Maros dan workshop eduecotourism yang menghadirkan stake holder setempat (Dinas Pendidikan Kab. Maros, Dinas Pariwisata Kab. Maros, Balai TN Babul, Prodi Biologi-FMIPA- UNHAS, masyarakat kader konservasi dan pemandu wisata). Target dan luaran yang ingin dicapai pada pengabdian ini adalah meningkatnya wawasan konservasi bagi para pendidik kabupaten Maros, tersedianya draft buku yang berisi data base flora dan fauna di KWPB di Desa Pattiro, draft publikasi internasional, menginisiasi pembentukan KWPB yang pengelolaannya diharapkan dapat disepakati bersama seluruh stake holder.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *